22 December 2010
Sekarang saya masih berpikir bagaimana seseorang dapat meraih impiannya baik dengan cara membanting tulang atau menggunakan keberaniannya untuk berspekulasi walaupun cara itu melanggar aturan atau norma dari sekitar nya. Namun ada kekurangan dan kelebihan dari setiap cara yang mereka gunakan, bagi seseorang yang banting tulang untuk mencapai impiannya dia akan lebih menghargai apa yang dimiliki dan tidak akan menganggap remeh kepada orang lain hal tersebut terjadi karena mereka menjalani dan menikmati fase-fase untuk menggapai kesuksesan yang mereka ingin raih tentunya hal tersebut menyadarkan mereka untuk menghargai usaha orang lain, sama seperti apa yang pernah mereka jalani dulu, namun tipe seperti ini tidak mudah untuk melepas apa yang sudah mereka dapatkan karena hal tersebut didapat dengan kerja keras, bahkan untuk tipe ini peluang yang mereka lihat bisa menjadi sesuatu kendala atau hal yang membuat mereka ragu untuk melangkah.
Sedangkan untuk tipe orang yang berani berspekulasi atau dalam hal ini menggunakan segala cara untuk mencapai kesuksesannya akan lebih berhati-hati jika ada yang mendekati mereka tanpa tujuan yang jelas sebelumnya, mereka akan lebih skeptis dan mudah curiga karena mereka pikir memberi ruang pada orang baru hanya akan mempersulit langkah mereka untuk maju bahkan sebagian akan menganggap bahwa orang tersebut akan menjadi masalah baru dan menjadi penghalang untuk maju. Namun dalam hal lain mereka akan lebih bebas untuk memberikan hasil dari kerja yang sudah dilakukan dengan persepsi bahwa hasil yang mereka bagikan akan mudah untuk mereka raih kembali bahkan jika menemukan celah yang lebih besar mereka tidak akan ragu untuk masuk kedalam celah itu.
Kedua tipe tersebut tentu sudah banyak kita temui terutama di setiap individu, organisasi atau perusahaan tempat kita bernaung mulai dari sesama staff sampai level manajemen bahkan direksi, kita tidak perlu menjadi ambigu untuk dapat beradaptasi dengan keadaan ini juga tidak perlu untuk menunjukkan sikap idealis yang kita miliki. Yang harus kita lakukan adalah bertanya kepada hati nurani kita, jika kita lebih menyukai berhubungan dengan seseorang yang berani berspekulasi tentu saja anda akan merasa nyaman dengan keadaan di sekitar kita tapi jika kita merasa lebih nyaman bekerja dengan tipe pekerja keras kita juga harus dapat membuktikan kinerja dan profesionalisme yang kita miliki. It’s not a though choice right?