When love is not enough
Cerita pendek ini pertama kali saya baca sekitar akhir tahun 2003 tidak lama sebelum saya merasakan cinta yang hampir sama dengan salah satu tokoh cerita ini,sampai saat ini pun cerita di hidup saya belum berakhir,saya masih menunggu akankah cerita saya bisa berakhir bahagia seperti apa yang dirasakan stanley ketika bianca akhirnya memilihnya…atau cerita saya akan berakhir dengan sendirinya dan hanya akan menjadi kenangan dan serpihan mozaik dalam hidup saya. :D
*When Love is NOt EnOugH*
Handphone-ku bergetar.
Dengan enggan kubaca nama penelponnya. Private number..
Setelah beberapa saat aku menimang-nimang, akhirnya kuputuskan untuk
mengangkat telpon itu.
“Hallo.” sapaku.
“Hallo Ca, ini Rosa.”
“Rosa?” ucapku agak terkejut.
“Sudah terima undangannya?” tanya Rosa agak terburu-buru. Suasana hiruk
pikuk di sekitarnya terdengar samar-samar.
“Undangan?” Buru-buru aku berjalan ke arah meja ruang tamu, menahan rasa pusing yang langsung muncul ketika aku bangun dari tempat tidur, langsung mencari-cari undangan yang disebut oleh Rosa. Ternyata house-mateku
menaruhnya di bawah tumpukan koran.
“Iya, aku post beberapa hari yang lalu. Harusnya sudah sampai tadi pagi.”
“Oh, iya.. ada nih.. Undangan siapa sih ini?” kubuka undangan itu dan
terkesiap melihat nama pengantin perempuannya. “Rosa! Kamu mau married?
Kenapa nggak pernah cerita di email? Ngagetin banget..” aku masih belum
pulih dari keterkejutanku. Kulihat nama pengantin prianya, memang pria
yang Rosa pacari dua tahun terakhir ini.
Rosa tertawa senang mendengar keterkejutanku. “Ca, itu undangan belum
disebar loh..
Aku kasih kamu duluan sekalian bikin kejutan supaya kamu orang luar
pertama yang tahu..” ucapnya senang.
“Ya ampun Sa.. Kamu hampir bikin aku jantungan, tau nggak?” ucapku tanpa
bisa menyembunyikan kesenangan yang juga aku rasakan saat itu.
“Ca, aku lagi buru-buru nih.. Nanti aku kirim e-mail lagi yah..” Lalu
Rosa
mengakhiri percakapan singkat kami.
Aku merebahkan diriku di atas sofa. Kupandangi lagi undangan yang masih
kupegang. Rosa.. berapa umurnya sekarang? 23? Waktu memang cepat sekali
berlalu.. Aku sendiri sudah 27 tahun.. Sudah bisa kutebak reaksi mama
kalau
tahu tentang hal ini nanti. Pernikahan Rosa memang alasan yang tepat
untuk
menyuruhku cepat-cepat cari pacar dan menikah. Aku tahu maksud baik
mama..
tapi entah mengapa hati ini masih tidak bisa untuk menerima cinta yang
lain.
Hati ini seolah-olah masih diikat olehnya, oleh pria yang selalu ada di
setiap sudut benakku, yang berada nun jauh di sana.. (more…)